Dr. Olle Hernell, University of Ulmea, Sweden, in Science magazine.
Glycoproteins in bovine colostrum inhibit the attachment of the Helicobacter pylori bacteria that cause stomach ulcers. Colostrum contains significant amounts of interleukin-10, a strong inflammation inhibitory agent found significant in reducing inflammation in arthritic joints and injury areas
Gllikoprotein dalam kolostrum sapai mencegah menempelnya bakteri Helicobacter pylori yang menyebabkan radang perut. Kolostrum mengandung jumlah Interleukin-10 yang signifikan. Interleukin-10 adalah unsur anti peradangan, berperan penting dalam mengurangi peradangan sendi penderita arthritis dan pada bagian tubuh yang terluka.
Borody, TJ, et al. Center for Digestive Diseases (2001).
Only bovine colostrum has proven clinical efficacy in eradicating intestinal pathogens, such as rotavirus, and may help control the infections seen in chronic disorders such as irritable bowel syndrome due to the number of biologically active components in colostrum. The growth factors in colostrum help heal intestinal erosions and ulcerations. It also contains anti-inflammatory factors and is nutrient rich.
Hanya kolostrum sapi yang secara klinis terbuki kemampuannya dalam membunuh organisme pathogen (penyebab penyakit) yang hidup di dalam usus, antara lain rotavirus, dan juga dapat mengurangi terjadinya infeksi akibat penyakit gangguan perut. Hal ini karena dalam kolostrum sapi terdapat komponen yang aktif secara biologis. Selain itu, faktor pertumbuhan yang terkandung dalam kolostrum membantu penyembuhan luka dalam usus,mengandung faktor anti peradangan, dan juga kaya akan nutrisi.
Britigan, BE, et al. Experimental Medicine and Biology 357:143-156 (1994).
While the role of lactoferrin in providing non-specific immunity is well documented, it also plays a role in the anti-inflammatory response through its antioxidant effect.
Laktoferin selain dapat memberikan imunitas yang non-spesifik, juga berperan sebagai anti peradangan karena berperan juga sebagai anti-oksidan